PELUANG BISNIS DAN INVESTASI DI KABUPATEN SUMEDANG

PELUANG BISNIS DAN INVESTASI DI KABUPATEN SUMEDANG

ZONA INDUSTRI UJUNGJAYA

Ujungjaya merupakan wilayah kecamatan di bagian timur Kabupaten Sumedang. Selain Ujungjaya, di bagian timur ini terdapat pula kecamatan lainnya seperti Kecamatan Tomo, Jatogede, Jatinunggal dan Wado.

Daerah Ujungjaya menjadi daerah yang cukup potensial sebagai kawasan industri, karena berdekatan dengan Waduk Jatigede, rencana pembangunan Bandara Kertajati diKabupaten Majalengka dan beberapa daerah lainnya yang telah maju dalam bidang ekonomi dan jasa. Ujungjaya merupakan salah satu kecamatan yang memiliki peluang untuk berkembang cukup tinggi.

  1. Letak geografis wilayah yang dilalui oleh jaringan jalan regional Cijelag-Cikamurang dan memiliki akses yang cukup tinggi terhadap jaringan jalan regional lainnya yaitu jalan arteri primer Bandung-Cirebon.
  2. Interchange jalan Tol Cisumdawu dan TolCikampek-Cirebon yang melintasi wilayah ini, tepatnya di Kampung Godah.
  3. Dukungan Pemerintah melalui Peraturan Daerah entang Tata Ruang, dengan luasan wilayah 1.555,98 Ha ini terbagi atas tiga bagian, yaitu : Pada bagian barat sebagian masuk dalam wilayah administrasi Desa Cipelang. Pada bagian barat sebagian masuk dalam wilayah administrasi Desa Cipelang. Pada bagian tengah sebagian masuk dalam wilayah administrasi Desa Ujungjaya serta pada bagian timur sebagian masuk dalam administrasi Desa Keboncau, dengan Jenis industri yang direncanakan Industri Makanan/Pengolahan Budidaya Pertanian dan Perkebunan; Industri Tembakau; Pakaian jadi/garment; kayu dan barang dari kayu; minyak atsiri; pengolahan tanah liat; mesin dan listrik; optik, komponen sepeda motor; furnitur dari kayu; serta industri alat olah raga dan mainan.

 

KAWASAN INDUSTRI JATINANGOR-CIMANGGUNG

Kawasan industri Rancaekek di Cimanggung terletak di Jalan Raya Rancaekek (km 24,5) Sumedang atau 5 km dari pintu tol Cileunyi yang meliputi 3 desa, yaitu : Desa Mangunraga, Desa Sawahdadap dan Desa Sukadana, dengan luas lahan mencapai 200 ha.

Untuk kebutuhan investasi kawasan industri ini terbagi ke dalam 3 bagian, yakni peruntukkan ruko, bisnis (three in one) dan tanah siap bangun.

Secara khusus kawasan tersebut dikelola oleh PT. Dwipapuri. Kawasan industri ini merupakan lahan yang sangan menjanjikan, selain karena lokasinya yang strategis, juga ditunjang oleh fasilitas keamanan dan prosedur perijinan yang mudah bagi setiap investor dalam maupun luar negeri dan perekrutan tenaga kerja melalui satu pintu.

 

PERTAMBANGAN DAN ENERGI

Bidang Pertambangan, Energi dan Pertanahan merupakan salah satu proses kegiatan pembangunan di Kabupaten Sumedang yang melakukan pengawasan, pengendalian, pemantauan kegiatan eksplorasi, eksploitasi barang tambang, pengelolaan dan pemurnian hasil tambang serta peruntukan pemanfaatan air bawah tanah, mata air dan sumber-sumber air tanah lainnya. Disamping merumuskan rekomendasi eksplorasi air bawah tanah, rekomendasi izin pengeboran (SIP), rekomendasi izin pengambilan air bawah tanah (SIPA), penurapan, pengambilan mata air (SIPMA), juru bor (SIJB) dan perusahaan pengeboran air bawah tanah (SIPPAT) juga merumuskan rekomendasi izin usaha ketenagalistrikan serta dalam pengembangan ketenagalistrikan diperlukan dukungan lingkungan dan pengawasan dalam pemanfaatan ketenagalistrikan.

Fenomena yang dihadapi pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah terdapatnya potensi bencana alam geologi gerakan tanah yang perlu diminimalisir, dan penurunan potensi cadangan sumber-sumber mineral dan air tanah. Persoalan lainnya pada urusan mineral adalah kontra produktifnya isu lingkungan dan aspek tenaga kerja terkait aktivitas eksploitasi bahan galian, serta terjadinya degradasi ketersediaan energi listrik yang sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan. Kondisi umum daerah masa kini terkait dengan lingkup sumber daya mineral dapat digolongkan pada ; mineral logam (emas, perak,dsb) dan mineral batuan (pasir, kaolin dsb) serta air tanah (mitigasi bencana, panas bumi, migas), dapat dilihat dari aktivitas para pelaku usahanya yang bersifat mendorong dalam menumbuhkembangkan perekonomian di daerah.

Sumberdaya lahan sebagai lingkungan fisik terdiri dari iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada diatasnya sepanjang

ada pengaruhnya terhadap penggunaan lahan. Oleh karena itu sumberdaya lahan dapat dikatakan sebagai ekosistem karena adanya

hubungan yang dinamis antara organisme, lahan dengan lingkungannya.

Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2008, luas Wilayah Kabupaten Sumedang adalah 155.871,98 hektar. Hasil delinasi pada Peta Rencana Pola Ruang Kabupaten Sumedang, luas Wilayah Kecamatan dan Pola Ruang/Tutupan Lahan di Kabupaten Sumedang, dapat dilihat

Gambar  Komposisi tutupan lahan di Kabupaten Sumedang

Sumber : BPMPT Kab. Sumedang