Proses Perkuliahan Harus Diperbanyak Praktik di Dunia Kerja

Proses Perkuliahan Harus Diperbanyak Praktik di Dunia Kerja

SUMEDANG, (PR).- Proses perkuliahan para mahasiswa di perguruan tinggi, harus diperbanyak pemberian tugas praktik di lapangan kerja. Upaya itu, agar lulusannya siap pakai di dunia kerja. Hal itu, menjawab keresahan para mahasiswa yang cenderung masih pesimis ketika lulus kuliah hingga menyandang gelar sarjana, belum tentu bisa diterima bekerja di perusahaan, termasuk instansi dan lembaga lainnya.

"Yang dibutuhkan perusahaan, tenaga kerja siap pakai. Pasalnya, perusahaan cenderung tidak mau rugi jika karyawannya tidak memiliki keahlian dan keterampilan kerja. Untuk menjawab tantangan itu, mau tak mau, setiap perguruan tinggi harus lebih banyak memberikan tugas praktik di dunia kerja ketimbang pemberian materi. Proses perkuliahan saat ini, cenderung lebih banyak memberikan teori," ujar Kepala Bimbingan Profesi Cambridge, Aan Suherman disela "Musyawarah Besar Forum Mahasiswa Sebelas April Sumedang" di ruang rapat Hotel Hanjuang Jalan Raya Cimalaka, Sabtu 18 Maret 2017.

Hadir, Ketua Yayasan Pendidikan Sebelas April Sumedang (YPSA) Yuyun Hidayat, Ketua Yayasan Pendidikan Sumedang (YPS) Mulya Suryadi, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Sebelas April Sumedang Akadun dan Ketua Pelaksana Tatang Rosdiansyah.

Menurut dia, proses perkuliahan dengan memperbanyak kegiatan praktik, bisa dilakukan dengan memperbanyak magang di berbagai perusahaan, instansi dan lembaga. Sebab dengan magang, para mahasiswa bisa merasakan langsung dunia kerja dan memiliki pengalaman kerja. Makanya, Presiden Jokowi saat di Karawang, menekankan kepada perguruan tinggi untuk memprogramkan magang terhadap mahasiswanya. Dengan magang, para lulusannya diharapkan siap pakai di dunia kerja.

"Mohon maaf, berbagai perusahaan besar, kini cenderung tidak melihat ijazah, melainkan menanyakan keahlian atau keterampilan kerja yang dimiliki. Namun, bukan berarti yang punya ijazah, tidak bisa kerja. Mereka bisa bekerja, tapi levelnya pekerjaannya yang tidak memerlukan keahlian atau skill. Contohnya, SPG atau sales produk lainnya, " tutur Aan.

Ia menceritakan, ketika dirinya kuliah managemen di Amerika Serikat, dosennya memberikan tugas kepada mahasiswa untuk pergi ke mall. Mahasiswa diminta untuk melihat bagaimana orang menata barang di mall dan menarik konsumen. Lalu, mahasiswa harus membuat laporannya. Selain itu, ketika belajar akuntansi, harus belajar mempelajari akuntansi yang diterapkan di perusahaan. Sebab, antara mata kuliah akuntansi di kampus dengan di perusahaan, berbeda dan jomplang. Sebab tak jarang, buku pelajaran akuntansi tahun 2000, masih diajarkan di sekolah dan perkuliahan.

"Jadi, belajar marketing atau managemen jangan hanya dibangku kuliah, tapi masuk ke lingkungan kerja. Dosennya pun jangan sebatas memberikan materi perkuliahan saja, melainkan harus menjadi mentor para mahasiswanya. Mudah-mudahan, berbagai metode perkuliahan dengan memperbanyak praktik dan magang di lingkungan kerja diterapkan di berbagai perguruan tinggi, termasuk di Universitas Sebelas April Sumedang," kata Aan.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Pendidikan Sebelas April Sumedang Yuyun Hidayat mengatakan, perguruan tinggi jangan hanya pandai mencetak para sarjana, melainkan harus membantu menyalurkan para lulusannya ke dunia kerja. Sebab, ketika lulus, mereka harus secepatnya bekerja. Untuk membantu lulusannya agar bisa diterima di tempat kerja, YPSA akan membuat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hubungan industri dan instansi (Hubin). Melalui UPT Hubin ini lah, YPSA bisa menjalin kerjasama supaya para lulusannya bisa bekerja di berbagai perusahaan dan instansi.

"Di daerah Jatinangor banyak pabrik industri. Bisa saja mahasiswa yang sudah lulus bisa bekerja di industri. Akan tetapi, bukan sebagai buruh biasa, melainkan sebagai tenaga ahli atau menduduki berbagai posisi penting di perusahaan. Para lulusan pun harus berani dan mau bekerja ke luar daerah. Sebab, di luar Jabar begitu banyak lowongan kerja. Misalnya, di Temanggung membutuhkan banyak guru SD dan SMP. Termasuk di beberapa perusahaan lainnya," tutur Yuyun.***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com