Sumedang Akan Punya Patung Pangeran Kornel Baru

Sumedang Akan Punya Patung Pangeran Kornel Baru

SUMEDANG, (PR).- Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) akan membuat patung Pangeran Kornel yang baru. Bentuk patungnya serupa dengan patung Pangeran Kornel di Jalan Cadas Pangeran yang sedang bersalaman dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda HW. Deandels menggunakan tangan kanan.  

Patung Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX (1791-1828) yang merupakan Bupati Sumedang masa Pemerintahan  Belanda itu, akan ditempatkan di taman  depan Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU) di dalam kawasan Gedung Negara, Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang.

“Pembuatan sekaligus penempatan patung Pangeran Kornel yang baru ini, bagian dari penataan MPGU,” kata Pembina Yayasan Pangeran Sumedang Achmad Wiriaatmadja ketika ditemui di  Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Selasa, 14 Maret 2017.

Menurut dia, rencana membuat patung Pangeran Kornel yang baru, bertujuan untuk menciptakan daya tarik para pengunjung museum sekaligus lebih menguatkan  aura museum dari luar. Bahkan patung sosok Pangeran Kornel,  diharapkan dapat memotivasi sekaligus membuat citra baik bagi para pemimpin di Sumedang dalam membela kepentingan masyarakat.  “Sejarah mencatat, Pangeran Kornel sosok pemimpin Sumedang  yang berani melawan kekejaman HW Deandels saat membangun Jalan Cadas Pengeran dengan sistem kerja paksa atau rodi. Itu demi membela kepentingan rakyat Sumedang kala itu,” tutur Achmad.

Apabila pembuatan Patung Pangeran Kornel yang baru terwujud, lanjut dia, berarti Kab. Sumedang memiliki tiga buah patung Pangeran Kornel dengan bentuk yang sama.    Patung  pertama dibuat zaman Bupati Sumedang Sutardja (1983-1988). Kini patung tersebut dipajang di Universitas Winayamukti, Tanjungsari. Sementara patung kedua yang kini menghiasi di ruas  Jalan Cadas Pangeran. Patung tersebut dibuat zaman Bupati Sumedang Don Murdono tahun 2011 lalu.

“Tadinya, kami akan mengambil  Patung Pangeran Kornel  pertama yang dipajang  di halaman kampus Unwim,Tanjungsari. Namun, menurut Pak Bupati Eka Setiawan,  lebih baik membangun lagi patung baru untuk di tempatkan di taman depan museum.  Atas arahan bupati, akhirnya kami menyepakati untuk membuat yang baru,” ucapnya.

Achmad mengatakan,  patung Pangeran Kornel yang baru  akan dibuat oleh Asep, seniman warga Sumedang  lulusan Seni Rupa Universitas Gajah Mada (UGM). Kini, Asep  tinggal di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan. Bentuk patungnya sama dengan yang ditempatkan di Jalan Cadas Pangeran. Namun, ukurannya akan lebih besar. “Kepastian ukurannya, hingga kini masih proses desain gambar,” katanya

Lebih jauh ia menjelaskan,  di belakang patung yang baru, akan dibuat monumen kecil dihias ornament dan relief yang menggambarkan perjuangan Pangeran Kornel melawan HW Deandels saat membangun Jalan Cadas Pangeran. Di depannya,  akan dipasang  meriam besar salah satu barang koleksi museum. Pemasangan meriam di luar museum, mengadopsi  museum di Cirebon dan Mempawah, Kalimantan Barat.

“Jadi museum di daerah lain pun, di halaman luarnya sengaja dipasang meriam. Hal itu, supaya ada nilai sejarah masa lalu. Sebetulnya tahun 1940, di halaman Gedung Negara  sempat dipajang meriam besar. Entah kenapa, malah dimasukan ke dalam museum. Justru, salah satu meriam di museum seharusnya dipajang di luar supaya aura museumnya lebih terasa oleh para pengunjung,  sejak mereka berada di luar. Supaya lebih indah lagi terutama di malam hari, akan dipasang lighting supaya ada pencahayaan lampu yang menyorot ke patung Pangeran Kornel,” tuturnya.

Achmad menambahkan, anggaran pembangunan patung Pangeran Kornel berikut penataan taman dan berbagai sarana pendukungnya, akan dibiayai melalui APBD Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar. Sebab, pembangunannya akan menyedot anggaran yang cukup besar supaya pengerjaannya  tidak asal-asalan. Terlebih lagi, rencana pembangunannya sudah disetujui bupati.

 “Kami tidak mau gara-gara  anggarannya kecil, sehingga pembuatan patung Pangeran Kornel berikut penataan tamannya asal-asalan. Penataannya harus bagus dan artistik supaya pembangunan patung dan  penataan di depan MPGU  menjadi daya tarik bagi para pengunjung museum,” katanya.*** 

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com